Tuesday, August 3, 2021


 

Minggu, 11 April 2021, melalui Program Dana Hibah ITERA 2021, Madi, S.T., M.T. seorang dosen muda Prodi Teknik Sistem Energi ITERA menggagas dalam penerapan generator mikrohidro untuk menerangi 20 rumah warga di desa batu saeng, tanggamus, Lampung.  Ide yang digagas oleh Bapak Madi berawal dari survei yang telah dilakukannya terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang sudah tua dan hampir terbakar. Sehingga, Madi mengjak rekan-rekan dosennya yaitu, Khoirun Naimah, S.ST., M.Han., Duwi Hariyanyo, S.Si., M.Si., Rinaldi Ikhram, S.T., M.T., dan Isnaini Rahmadi S.TP., M.Si., untuk menerapkan generator kapasitas 10.000 watt untuk melistriki 20 rumah warga di Desa Batu Saeng, Ogan Jaya, Tanggamus, Lampung. Selain dosen, Bapak Madi juga mengajak para mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat supaya mereka bisa belajar dan mempeunyi motivasi dalam membangun masyarakat khsusnya dibidang energi terbarukan, mahasiswa tersebut adalah Alfajar Puja Kusuma, Hasbiyalloh, dan Risfihan Rafi.

Perjalanan menuju lokasi dari ITERA dapat ditempuh selama kurang lebih empat jam, dengan medan yang sangat sulit dan memicu adrenalin. Madi dan Tim berangkat dari ITERA mulai pukul enam pagi dan sesampainya digerbang desa jam 10 pagi, lalu kami dijemput oleh warga dengan menggunakan mobil pick up bersama generator mikrohidro yang kami siapkan. Saat itulah awal perjalanan yang harus kami siapkan fisiknya karena sangat sulit dilalui dengan jalan setapak, tanah liat merah yang basah dan bercampur batu-batu besar yang harus dilalui, sehingga ban mobil pun harus ditambah rantai agar kuat melalui rintangan jalan tersebut. Perjalanan dari tempat penjemputan menuju lokasi pemasangan generator mikrohidro dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Sulitnya perjalanan yang kami lalui itu, ternyata tidak membuat kami lelah, justru kami tetap tersenyum untuk tujuan baik itu, ditambah melihat pemandangan desa yang sangat indah dan sejuk dikelilingi pepohonan dan bukit-bukit diiringi suara kicauan burung yang masih sangat asri.

Pukul 11 pagi, kami sampai ke lokasi sumber air sebagai tempat pemasangan generator mikrohidro. Kami bersama para warga desa sangat antusias untuk bergotong royong dalam pemasangan generator kapasitas 10.000 watt. Setelah PLTMH lama yang sudah tua itu dibongkar oleh warga, kemudian kami mulai memasang yang baru dengan kapasitas yang lebih besar. PLTMH yang lama mempunyai kapasitas daya 8000 watt, dan yang kami terapkan sebagai penggantinya berkapasitas lebih besar yaitu 10.000 watt. Tak berpikir panjang lebar, kami pun bersama warga memasang generator mikrohidro dan listrik pun menyala serta disalurkan untuk dua puluh rumah warga desa batu saeng, ogan jaya, tanggamus, lampung. “Saat lampu itu menyala, saya merasa sangat senang begitupun dengan para warga, rekan-rekan dosen lainnya dan mahasiswa yang ikut serta, walaupun medan perjalanan yang sangat sulit namun itu tantangan buat kami sebagai engineer,” Ujar Bapak Madi selaku ketua Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat.

Selesainya penerapan generator mikrohidro, kami pun berfoto bersama sebagai dokumentasi dan bukti bahwa kami telah memberikan bukti nyata dalam menerangi desa. Setelah itu, kami makan bersama dan beranjak pulang. Selama kegiatan itu, kami juga tetap melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cek suhu dan hand sanitizer selama masa pandemi ini. Kami pun beranjak pulang dan ternyata hujan deras membasahi kami, sehingga kami harus rela turun dan jalan kaki melewati medan perjalanan yang sangat sulit. Saat itu, kami harus berjalan kaki di atas tanah merah yang basah bercampur hujan, bercampur bebatuan dan di samping kanan-kiri terdapat jurang, sehingga sangat memicu adrenalin kami. Sebagian dari kami banyak yang terpeleset karena jalan yang begitu licin, bahkan sebagian tidak kuat melaluinya karena jalan kaki menanjak menuju lokasi penjemputan, namun kami terap salin membantu dan menolong satu sama lainnya agar bersama-sama sampai ketujuan. Alhamdulillah kami bisa melaluinya, walaupun sekujur tubuh basah dan kotor bercampur tanah merah, namun itulah pengalaman luar biasa yang kami alami dan tak pernah dilupakan selama program pengabdian kepada masyarakat. 


0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter