Wednesday, August 25, 2021


Indonesia sebagai negara poros maritim dunia mempunyai potensi energi laut yang besar, salah satunya berasal dari arus laut. Namun, potensi energi arus laut belum dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Arus laut di Indonesia memang tergolong berkecepatan rendah dibandingkan kebanyakan negara lainnya, namun hal itu tidak menutup kemungkinan untuk bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi masa depan. Hal itulah yang mendorong Mahasiswa ITERA merancang bangun Teknologi Deflektor untuk Meningkatkan Kinerja Turbin Arus Laut pada Kecepatan Rendah. Gagasan tersebut berhasil disupport oleh DIKTI melalui Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2021.

Melalui PKM-KC, Mahasiswa ITERA dibimbing oleh Bapak Madi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sistem Energi, ITERA. Adapun mahasiswa yang mendorong gagasan tersebut adalah, Risfihan Rafi, Hasbiyalloh, dan Arif Ronaldo, yang merupakan Mahasiswa Teknik Sistem Energi ITERA, serta M. Mukti Asyidiqi mahasiswa Teknik Elektro ITERA. Melalui bimbingannya dengan Bapak Madi, keempat mahasiswa tersebut membranding program dengan judul, “Rancang Bangun Prototipe WFD (Water Flow Deflector) untuk Meningkatkan Performa Turbin Arus Laut Tipe Vertikal pada Kecepatan Arus Rendah”.

“Deflektor ini akan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan listrik masa depan energi di Indonesia. Saya yakin alat yang sederhana itu menjadi luar biasa kedepannya, dan saya bangga kepada mahasiswa bimbingan saya yang menjadi contoh untuk generasi pemuda agar terus berkarya untuk Indonesia,” Bapak Madi, S.T., M.T., Dosen Pembimbing WFD.

Deflektor yang didesain dan dirancang oleh Mahasiswa ITERA merupakan tipe enam sekat single plate yang mengelilingi rotor turbin. Arus laut dengan kecepatan rendah akan melewati antar sekat deflektor untuk meningkatkan kecepatan arus laut disekitar turbin, sehingga dapat meningkatkan kinerja turbin menjadi lebih baik. Selain itu, Mahasiswa ITERA juga membuat model aliran arus dalam suatu aquarium yang dibangkitkan oleh pompa dan menghasilkan kecepatan arus sebesar 0,29 m/s. Model deflektor telah diuji pada Minggu, 22 Agustus 2021, hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan putar turbin meningkat tiga kali lebih cepat, awalnya turbin berputar dengan kecepatan 17,52 rpm, dan setelah ditambahkan deflektor putaran turbin meningkat menjadi 54 rpm. Perancangan dan pengujian model Water Flow Deflektor (WFD) dilakukan di kosan mahasiswa dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat selama masa pandemi Covid-19. 

“Model Water Flow Deflektor (WFD) diharapkan bisa menjawab tantangan dalam penerapan teknologi pembangkit listrik tenaga arus laut untuk kebutuhan listrik masa depan Indonesia. Sehingga, dengan karya anak muda saat ini maka Indonesia akan siap menghadapi isu SDGs dalam memanfaatkan potensi lautan sebagai sumber energi listrik,” Risfihan Rafi, Ketua Tim WFD, Mahasiswa Teknik Sistem Energi ITERA. 

 


0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter