Wednesday, November 18, 2015



Lautku Adalah Energiku 
 
            Disudut sebuah pulau yang berkerumunan dengan gemercik ombak-ombak pantai, tersahatlah hati ini yang dapat membasmi jiwa penuh dengan dosa lagi pilu ini. Tak ada yang pernah terpikir dalam segala benak pemikiran ini, hanyalah pengharapan ketika kaki ini tersahat oleh lirik-lirik lagu ombak-ombak kecil di ujung pantai yang jauh dari kerumunan.
            Terlihat lah diujung sana sesosok pemuda yang menatap matahari senja yang hendak meninggalkan dunianya yang sementara. Hembusan nafas sosok pemuda tersebut terlihat begitu serius dan meresapi akan ketenangan kehidupan. Menikmati alunan musik ombak-ombak kecil, menikmati dinginnya air-air lautan, dan meresapi akan segernya udara angina-angin lautan, itulah nikmat yang amat besar Allah berikan kepada hambanya.
            Sahabat, sudah kah anda mengetahuinya bahwasannya laut itu diciptakan untuk dijadikan pembelajaran bagi kita semua?, lautan memang sungguh menyimpan arti yang tersirat baik di dalam maupun di luar lautan yang begitu luas lagi dalam itu. Subhanallah, sebagian besar bumi ini dikelilingi oleh hamparan lautan dibandingkan daratanya. Pernah anda mengetahui?, ternyata dalam perspektif kitab agama islam yaitu, Al-qur’an pun mengatakan hal yang demikian, bahwasannya pembahasan mengenai lautan lebih banyak dibandingkan daratan. Begitulah ada sesuatu arti besar, energy besar yang telah lama tersimpan di lautan yang amat luas itu.
            Al-Qur’an membahas daratan sebanyak 13 ayat, sedangkan Al-Qur’an membahas mengenai lautan sebanyak 32 ayat, apabila dijumlahkan antara keduanya menjadi 45 ayat. Bisa pula diartikan 13 ayat itu sama halnya dengan 28,89% dan 32 ayat itu sama halnya dengan 71,11% dari jumlah 45. Dan tahukah anda?, bahwasannya hal tersebut sesuai dengan hukum alam yang menyatakan bahwa bumi ini terdiri atas 28,89% daratan dan sisanya berupa lautan yang amat luas yaitu 71,11%. Subhanallah, begitu sempurnanya Allah yang telah memperhitungkan semuanya sesuai dengan Al-Qur’an.
            Sahabat, tahukah anda? Ketika angin dihembuskan siul-siul begitu halusnya hingga menghembus sejuknya nafas di dada ini, disitulah menimbulkan riak-riak kecil atau dalam istilah kelautan disebut sebagai ripple. Begitulah riak-riak kecil itu naik turun gerakannya, apabila angin berhembus dengan kecepatan relative rendah. Namun apabila kecepatan angin itu bertambah, terbentuklah gerakan naik turun yang teratur dan indah dipandang mata, gerakan itu biasa kita kenal dengan gelombang. Gelombang itu tak akan berhenti, tapi terus bergerak naik turun seakan-akan seperti penyanyi paduan suara yang terus bersuperposisi. Dan, terbentuklah gelombang-gelombang besar yang tanpa menghilangkan riak-riak kecil tersebut.
            Sahabat, tahukah anda?, bagaimana jadinya jika Allah SWT. menyuruh angina untuk menghembus sekencang mungkin, berhembus begitu kencang?, apakah yang akan terjadai, wahai sahabatku?....
            Pastilah kita membayangkan, angin dengan kecepatan tinggi akan membuat gelombang menjadi amat besar dan gerakannya tak terkendalikan, seakan-akan itu adalah gelombang acak yang mengamuk-amuk tak jelas arahnya. Rumah-rumah, pohon-pohon, tiang-tiang, semuanya akan terhancurkan oleh gerakan amuk gelombang lautan, bahkan gedung-gedung tinggi pencakar langit pun dapat segera terlahap oleh amukan gelombang lautan.
            Sahabat?, bagaimana menurut anda terhadap besarnya gerakan gelombang laut yang membuat sekujur tubuh ini merinding?.... dan, tahukah anda? Tak ada satu bangunan pun di lautan yang luas dapat berdiri kokoh selayaknya bangunan di daratan. Kapal yang berlabuh pun tak pernah diam dengan tariannya akibat gelombang laut yang mengiringnya. Ulah siapakah itu sahabat?.... yah… gelombang laut lah yang dapat mengguncangkan seluruh benda disekitarnya, ia dapat memusnahkan kapan pun ia mau…
            Sahabat, pernahkah anda berfikir?, dibalik ketakutanku melihat guncangan gelombang lautan yang dapat memusnahkan bangunan-bangunan, ternyata ada nilai yang lebih dari itu. Apakah itu sahabat?
            Pernah ku ingat dalam janji yang pernah Allah SWT. katakana yaitu, Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216).  
            Begitulah sempurnya Allah SWT. yang memberikan nilai kebaikan dibalik sesuatu apapun yang kita tidak sukai. Jujur dari saya kecil sampai sekarang pun, saya adalah orang yang tidak suka dengan gelombang laut karena sifatnya yang semaunya sendiri untuk menghancurkan bangunan-bangunan disekitarnya, sangat menakutkan memang. Tapi, ternyata dibalik itu semua ada sesuatu yang tersimpan dibalik seremnya gelombang laut, setelah saya nyasar masuk di jurusan Teknik Kelautan ITS, ntah kenapa seperti ada sentilan yang mendalam, bahwa ada potensi yang bisa dimanfaatkan dari gelombanh laut itu sendiri. Apakah itu sahabat?...
            Energi…., yah energi adalah jawaban yang tepat dibalik seremnya gelombang laut. Ternyata, dahsyatnya gerakan gelombang laut dapat menghasilkan penerangan yang lebih hemat. Entah tahu kenapa, saya yang saat ini duduk dibangku kuliah semester kelima ini, tiba-tiba saja penasaran dibalik gelombang laut yang dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan sekitar. Sempat juga terpikirkan, ingin Kerja Praktek di perusahaan energi laut, ingin mentelaah lebih dalam lagi, hingga sempat kepikiran Tugas Akhir saya mengenai energy laut. Semoga rencana itu bukan sekadar rencana, hingga berharap bias menghasilkan karya realita dibidang energi gelombang laut. “Bukankah Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya?”. “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Bismillah… Melangkahlah dengan bismillah…. Berhembuslah dengan bismillah…


0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter