Monday, December 22, 2014





Sebutir pasir kau taburkan

Sehelai daun kau terbangkan

Setetes air kau percikkan

Selembar kertas kau goreskan

Sebuah pengorbanan kau perjuangkan

Jejakmu kini telah tergoreskan

            Ibu...

            Kau adalah harapan jiwaku

            Kau adalah bagian dari ragaku

            Tanpamu aku akan kaku

            Tanpamu aku akan terbelenggu

Sembilan bulan aku berada di dalam rahimmu

Bersusah payah tuk jaga diriku

Lemah yang bertambah-tambah kau hiraukan demi diriku

Sakit dan letih kau pertarungkan untuk hidupku

            Ibu...

            Kau goreskan pena ini

            Dalam lembaran-lembaran ilahi

            Kau ukirkan jejakmu kini

            Dalam setiap langkah menuju sang rabbani

Hembusan nafasmu hingga senja tiba

Menunggu kelahiran anak harapan bangsa

Tetesan  keringatmu hingga membasahi harta

Membenahi kehidupan untuk keluarga tercinta

            Ibu...

            Dalam letihmu kau rangkaikan kata-kata

            Dalam perjalananmu kau ukirkan pena

            Tak ada lelah dalam jiwa dan harta

            Kau terus melangkah demi putra bangsa

Senyum mu kau sembunyikan dari letih mu

Tulisan mu kau hidupkan dari hati mu

Perbuatan mu kau tutupkan dari beban mu

Kisah cita mu kau bagikan untuk diriku

            Ibu...

            Seribu mimpi kau ukir demi meraih cita

            Sepanjang jalan kau cari rejeki demi keluarga

            Sepanjang waktu kau goreskan penuh dengan tinta

            Seribu langkah jejak mu penuh dengan harapan bangsa

Perasaan hatimu setulus kain sutra

Pengorbanan mu sudah begitu besar bagi keluarga

Perjuangan mu sangatlah berjasa bagi bangsa

Jejak kaki mu terus melangkah di dunia

            Ibu...

            Kini kau tak lagi mampu untuk melangkah

            Kini kau hanya berdiam lumpuh di kursi roda

            Tapi goresan tinta mu masih terlihat indah

            Mewarnai mentari yang bersinar di dunia

Maafkan aku yang banyak berbuat salah kepadamu

Maafkan aku yang tak mampu membalas jasamu

Hanya harapan dan doa yang selalu aku berikan untukmu

Hanya Tuhan yang membayar ketulusanmu

            Ibu...

            Aku akan selalu merindukanmu

            Aku tidak akan pernah melupakan goresan penamu

            Terima kasih... Ibu, atas jejak pengorbananmu

            Terima kasih... Ibu, atas jejak tulisanmu

PENTING!!! Puisi Ini Terpilih sebagai Quotes Terbaik dan di buku kan dalam buku Antologi Setulus Kasih Ibu bersama Sahabat Pena Nusantara

0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter