Thursday, October 23, 2014



Sejarah membuktikan ketika akan diciptakannya Adam dan Hawa, Allah SWT. berjanji akan menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah. Walaupun manusia akan memberikan banyak mala petaka dan kehancuran di muka bumi ini, tapi hanya Allah SWT. yang mengetahui segala sesuatu-Nya. Pernyataan tersebut telah tercantum dalam Firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30, yang artinya,“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?,” Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Allah SWT. telah mengamanahkan kepada manusia untuk menjadi khalifah atau pemimpin. Sayangnya, tidak semua manusia bisa menjadi pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat beragama islam. Pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat muslim adalah pemimpin yang mempunyai fondasi dasar yaitu empat karakter yang ada pada diri Rasulullah SAW. apabila empat karakter tersebut dimiliki oleh pemimpin di Indonesia, maka Indonesia akan menjadi negara yang ideal dan menjadi contoh bagi negara lainnya. Oleh karena itu, jadikanlah Rasulullah SAW. sebagai suri tauladan yang baik bagi para pemimpin, sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”
Sebagai pemimpin idaman masyarakat yang membawanya dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat Allah SWT. Rasulullah SAW. memiliki empat karakter yang dijadikannya sebagai fondasi dasar untuk memimpin umatnya. Begitupun dengan kita yang telah mempunyai kodrat untuk menjadi pemimpin, kita harus mempunyai empat karakter yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. sebagai fondasi dasar memimpin umat. Empat karakter pemimpin ideal yang telah kita singgung di atas adalah karakter yang tidak asing ditelinga kita, yaitu Sidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah.
Sidiq yang kita maksud dalam konteks pemimpin bukan hanya jujur dalam perkataan saja, melainkan jujur dalam perkataan dan perbuatan. Saat ini sebagian besar pemimpin di penjuru dunia mempunyai pandangan yang bagus untuk membangun bangsanya melalui visi dan misi yang telah dibuatnya. Akan tetapi sedikit sekali diantaranya yang mengaplikasikan visi dan misi untuk membangun bangsa, hanya sebagian kecil saja yang berjalan, sedangkan sebagian besarnya tidak terlaksana. Hal ini membuktikan bahwa pemimpin saat ini telah terjebak dengan retorika, sedangkan aplikasinya tidak berjalan dengan pasti. Bukankah Allah SWT. pernah berfirman dalam surah As-Shaff ayat 2-3,Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?, amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”Surah tersebut telah memberitahukan kita, bahwa kejujuran seorang pemimpin dinilai dari perkaataan dan perbuatannya. Perbuatan pemimpin yang jujur adalah manifestasi dari perkaatannya, dan perkatannya merupakan cerminan dari hatinya.
Rasulullah SAW. adalah salah satu pemimpin yang mempunyai sifat jujur dan amanah, sehingga tak heran jika Rasulullah dikenal dengan nama Al-Amien. Amanah dalam konteks kepemimpinan Rasulullah dan para sahabatnya adalah amanah dalam arti menekankan dalam tanggung jawab tugas pemimpin. Tapi, bukan berarti melaksanakan tugas yang wajib saja, namun harus melaksanakan tugas secara lebih yang berorientasi pada ketuntasan dan kesempurnaan.Pernyataan itu juga pernah disinggung dalam buku The 21 Indispensable Quality of Leader, John C. Maxwell menekankan bahwa tanggung jawab bukan sekedar melaksanakan tugas, namun pemimpin yang bertanggung jawab harus melaksanakan tugas dengan lebih, berorienatsi kepada ketuntasan dan kesempurnaan.“Kualitas tertinggi dari seseorang yang bertanggung jawab adalah kemampuannya untuk menyelesaikan.”
Adapun pemimpin yang tabliq adalah pemimpin dalam arti mampu memahami masyarakat melalui komunikasi secara verbal dan non-verbal. Karakter tabliq adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, karena karakter inilah yang menjadikan kunci terjalinnya hubungan yang akrab antara pemimpin dengan masyarakat. Dengan tumbuhnya karakter tabliq pada setiap pemimpin akan tumbuh juga sikap keterbukaan seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Keterbukaan disini bukan dalam arti seorang pemimpin harus sering curhat terhadap rakyatnya, akan tetapi seorang pemimpin harus menumbuhkan tingkat kepercayaan rakyatnya untuk berkomunikasi dengannya. Sebagai contoh, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang perempuan hamil yang mengaku telah berbuat zina. Si perempuan menyampaikan penyesalannya kepada Rasul dan berharap diberikan sanksi berupa hukum rajam. Hal ini terjadi karena sebagai seorang pemimpin Rasulullah membuka diri terhadap umatnya.
Ketiga karakter yang telah kita singgung di atas, alangkah lebih baiknya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin yang fathonah, yaitu pemimpin yang cerdas. Hal demikian perlu ditanamkan pada jiwa setiap pemimpin, karena hanya dengan karakter fathonah seorang pemimpin dapat memahami karakter sidiq, amanah dan tabliq. Kecerdasan seorang pemimpin sangat diperlukan untuk memajukan bangsanya, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang dipimpin oleh orang-orang yang cerdas. Kecerdasan seorang pemimpin membuatnya dapat memecahkan permasalahan yang terjadi pada masyarakatnya. Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk menyelesaikan masalah tepat waktu. Hanya pemimpin yang berilmu dan beriman sajalah yang dapat menyelesaikan permasalahan bangsanya, hanya orang yang berilmu dan beriman sajalah yang akan diangkat derajatnya disisi Allah SWT. sebagaimana firman-Nya yang artinya,“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(QS.Al Mujadalah:11).
Setiap manusia telah dikodratkan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa menolak kodrat tersebut, karena kita telah diamanahkan untuk menjaga bumi ini. Oleh karena itu, agar bumi ini tetap terjaga maka jadikanlah Rasulullah SAW. sebagai suri tauladan yang baik bagi kita, melalui empat karakter yang dimiliki Rasulullah, yaitu sidiq, amanah, tabliq dan fathonah. Keempat karakter itulah yang harus kita tumbuhkan sebagai khalifah di muka bumi ini.     

0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter