Thursday, October 23, 2014



Tidak pernah terpikirkan untuk bisa berkunjung ke negeri jiran, negeri yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Tapi, negeri ini bisa dibilang hampir jauh lebih maju dari Indonesia, sebut saja Malaysia. Pada tanggal 25-28 Maret 2014 kami diberi kesempatan oleh ITS untuk mengikuti kegiatan Offshore Technology Conference Asia di Kuala Lumpur Convention Centre.
OTC adalah salah satu konferensi yang menyelenggarakan acara terkemuka di dunia untuk pengembangan sumber daya lepas pantai di bidang pengeboran, eksplorasi, produksi, dan perlindungan lingkungan laut yang sebelumnya diadakan setiap tahun di Amerika Serikat namun pada tahun ini digelar pertama kali di Asia tepatnya di Malaysia dan akan digelar kembali setiap dua tahun sekali. Di dalam OTC sendiri peserta diharapkan untuk memperoleh pemahaman teknis dan komprehensif tentang dasar-dasar pengembangan industri teknologi lepas pantai serta dapat membangun jaringan di antara peserta Asia Pasifik dan juga pihak dari berbagai industri melalui kegiatan yang mencakup conference, technicalsession, panel session, dan juga exhibition.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai industri teknologi lepas pantai secara luas dan praktis sekaligus dapat mengembangkan softskill dari para peserta. Peserta juga dapat membangun jaringan dengan mengunjungi berbagai stand dan berbagi pengetahuan serta ide antar peserta lain yang bertujuan untuk menuju pembangunan Asia Pasifik khususnya di bidang ofshore technology yang lebih maju untuk menghadapi era tantangan baru di tahun-tahun yang akan mendatang.
Perjalanan yang penuh dengan kisah, berawal dari transit di bandara Changi International Airport, Singapura. Suasana yang begitu berbeda, negeri yang ‘kecil’ tetapi mampu menjadi salah satu negara maju. Perasaan yang luar biasa juga ketika berada di dalam perjalanan ke kota untuk selama beberapa jam sebelum kembali ke bandara dengan menaiki Mass RapidTrain (MRT) sambil melihat tatanan kota yang begitu indah, rapi, dan bersih. Tidak kalah penting juga bagaimana terlihat begitu arifnya masyarakat Singapura ketika kami mencoba berinteraksi dengan mereka. Kesempatan ini sekaligus menjadi renungan, inspirasi, dan motivasi bagi kami untuk berkontribusi lebih demi Indonesia yang lebih maju.       
Sesampainya di Kuala Lumpur International Airport, Malaysia, kami langsung menuju ke Kuala Lumpur Sentral (KL Sentral) yang merupakan pusat stasiun kereta api. Setelah itu kami menuju ke Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) dengan menaiki Light Rapid Transit (LRT) atau lebih dikenal KL Monorail. Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi, kami tidak henti-hentinya kembali merasa kagum bagaimana negeri ini tidak kalah rapi dan bersihnya dengan Singapore dari segi tatanan kota dan pola transportasinya. Sesampainya di gedung KLCC kami langsung melakukan registrasi ulang dan tampak terlihat para peserta yang berstatus pelajar hingga eksekutif turut hadir dari berbagai negara.
Ada banyak wawasan baru yang kami peroleh ketika menghadiri berbagai sesi, semisal pada saat kami mengikuti technicalsession dalam beberapa hari dimana sesi tersebut dapat kami saksikan berbagai ilmuwan khususnya dari lingkup Asia mempresentasikan hasil riset mereka mengenai teknologi lepas pantai dan ini menunjukkan bahwa negara-negara tetangga kita ternyata memiliki perhatian yang sangat besar terhadap maritimnya. Selain itu yang tidak kalah menariknya adalah pada saat mengikuti panel session dimana saat itu ada presentasi oleh berbagai ilmuwan dan eksekutif mengenai kondisi energi bumi di masa depan. Salah satu poin yang kami dapatkan adalah bahwa era minyak akan segara berakhir atau sering diistilahkan the era of ‘easy oil’is over. bukan berarti bahwa minyak bumi akan sepenuhnya habis, melainkan diprediksikan dari sekarang hingga tahun 2050 bahwa gas akan menjadi energi utama dan Asia akan memasok 2/3 energi yang dibutuhkan bumi kita. Lalu bagaimana dengan keadaan bumi setelah 2050? Kondisi bumi pasca tahun 2050 akan terus menggunakan hidrokarbon sebagai energi utama tetapi akan mulai fokus mencari potensi energi terbarukan/non-terbarukan di daerah Antartika, saat ini teknologinya masih belum siap dan akan terus melakukan penelitian untuk eksplorasi di Antartika karena kondisi yang ekstrem. Pada intinya kita diharuskan untuk menghemat energi atau konservasi energi sebaik mungkin mengingat bahwa cara inilah yang paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.
Kesempatan langka dan berharga yang kami peroleh ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak terutama Himatekla dan Beastudi Etos Surabaya yang selalu menginspirasi untuk berprestasi serta birokrasi ITS yang telah melancarkan kami untuk bisa berkontribusi. Tidak akan pernah terlupakan ucapan terima kasih kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. serta kedua orang tua tercinta.

Oleh:
Madi “Penerima Manfaat Beastudi Etos Surabaya” | Jamhari Hidayat Bin Mustofa
Mahasiswa Teknik Kelautan FTK ITS 2013
Student Offshore Technology Conference Asia 2014



0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter