Tuesday, August 13, 2013


Bagiku pendidikan di negeri ini sangatlah mahal, susah rasanya untuk orang yang tak mampu seperti saya ini dalam menjalaninya. Tetapi semua itu pasti ada jalan dengan pertolongan Allah SWT. Ayahku hanyalah seorang buruh tani, sedangkan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga, kadang-kadang bantu ayah juga di sawah, yahh wajarlah dengan keadaan ekonomi seperti ini, saya mengalami banyak hambatan untuk masuk ke dunia pendidikan negeri ini, tapi dari hambatan itu tidak membuat saya putus untuk sekolah, justru membuat saya semangat untuk menggali ilmu Allah di dunia pendidikan, banyak cara yang harus saya lakukan supaya saya bisa menggali ilmu walaupun saya bermasalah dikeadaan finansial.
Saya adalah orang yang biasa-biasa saja, saya tidak secerdas si fulan, saya juga tidak sepintar si fulan, tetapi saya berusaha untuk menjadi orang yang luar biasa dengan cara banyak membaca buku sehingga saya biasa dikenal sebagai kutu buku. Apapun kata orang, saya tidak peduli, yang terpenting adalah saya terus berusaha menjadi hamba Allah yang selalu meberikan banyak manfaat kepada seluruh umat, khususnya umat muslim.
Dulu, ketika saya mengikuti perlombaan pesta sains tingkat SMP/MTs di MAN 2 Serang, saya mendapatkan browsur MAN 2, di dalam browsur itu tercantum banyak nama alumni MAN 2 yang bermasalah dikeadaan finansialnya tapi mereka bisa kuliah di PTN favorit + beasiswa. Hati kecil saya berkata, bahwa saya ingin seperti mereka, dilain sisi hati besar saya berkata, sepertinya tidak mungkin saya sekolah di MAN 2 yang terkenal mahal itu. Alhamdulillah ternyata Allah mengetuk kata hati kecil saya. Saya diterima di MAN 2 walaupun di kelas reguler, tetapi semua itu tidak membuat saya berkecil hati karena saya selalu ingat dengan perkataan,”kesuksesan itu bukanlah diraih dari satu tempat saja, tetapi bisa diraih dari manapun yang terpenting adalah diri kita yang ingin berusaha menjadi hamba Allah yang terbaik”. Dari perkataan itulah membuat saya bersemangat untuk menuntut ilmu di jalan Allah SWT.
Menjadi siswa MAN 2 bukanlah perkara yang mudah buat saya karena harus banyak biaya hidup yang dikeluarkan, belum lagi jarak MAN 2 ke rumah saya sangatlah jauh, butuh uang 5 ribu untuk ongkos PP, sedangkan ortu saya hanya memberi uang 10 ribu, kadang-kadang 9 ribu, bahkan sampai 8 ribu per harinya, sisanya habis untuk kegiatan-kegiatan di MAN 2, seperti uang kas, print, fotokopi, dan bayar iuran lainya. Oleh karena itu, saya jarang sekali makan di sekolah, lihat saja tubuh saya yang paling kurus + paling kecil di kelas karena kurangnya asupan gizi. Lagi-lagi itu semua bukanlah alasan saya untuk putus sekolah, tetapi membuat saya semangat untuk menuntut ilmu dan membuat saya yakin bahwa saya bisa meraih kesuksesan dengan pertolongan Allah SWT.
 Kedewasaan saya semakin berkembang, saya berusaha untuk menjadi siswa yang rajin, tidak bosan untuk menuntut ilmu, saya berusaha untuk menyukai semua mata pelajaran, saya tinggalkan acara TV, saya kurangi aktivitas  bermain bersama teman, saya berusaha untuk tidur hanya 4 jam, setiap ada tugas maka langsung saya kerjakan tanpa peduli dengan aktivitas teman saya, dan saya berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. yaitu dengan memperbanyak ibadah seperti solat duha, solat tahajud, puasa senin & kamis serta tidak pernah meninggalkan solat wajib. Itulah keseharian saya menjadi siswa MAN 2 adalah belajar & ibadah.
Dulu, ketika kelas 10, hari sabtu adalah hari libur di MAN 2, tetapi tidak untuk saya. Saya manfaatkan hari libur itu untuk mengikuti kegiatan sains club (SC), semua SC saya ikuti, baik itu matematika, kimia, biologi, maupun fisika. Kegiatan SC tersebut banyak diambil dari anak kelas unggulan, sedangkan anak reguler paling 2 orang, salah satunya adalah saya. Tetapi dengan hal itu tidak membuat saya takut dan gentar, justru membuat saya lebih semangat untuk menuntut ilmu, membuktikan bahwa kelas reguler bisa lebih baik dari kelas unggulan, dan pastinya berlomba-lomba dalam hal kebaikan.
Hambatan itu pasti ada, saya masih ingat dengan perkataan teman saya, katanya saya terlalu tamak untuk mengikuti semua kegiatan SC, tapi saya tidak peduli karena saya hanya ingin menuntut ilmu di jalan Allah, saya hanya ingin mengetahui ilmu lebih dalam lagi demi membela Agama Allah. Selama kita masih hidup maka perbanyaklah  menggali ilmu Allah untuk bekal di akhirat nanti, bukankah Allah sangat menyayangi hambanya yang gemar menuntut ilmu dan ilmu yang bermanfaat akan diperhitungkan akhirat kelak. Dilain sisi saya merasa iri melihat teman-teman saya yang bisa memanfaatkan hari libur itu dengan refresing, main footsal, main game, nonton film di bioskop, dll. Tapi biarkanlah, hidup itu kan pilihan dan kerja keras itu adalah perjuangan. Alhamdulillah Allah mengetuk kata hati kecil saya, Allah membayar semua kerja keras itu dengan memberikan rezeki berupa beasiswa selama 3 tahun seperti BSM, UPZ, DOMPET DHUAFA, dan PRESTASI. Selain itu Allah memindahkan saya ke kelas unggulan, subhanAllah suatu nikmat besar yang tidak pernah saya dapatkan selama ini, dan tidak pernah terpikirkan dengan semua pemberian Allah SWT. hanya bisa bersyukur dengan semua ini dan berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT. saya yakin Allah mendengar kata hati kecil saya dan Allah pasti mengabulkan kata hati kecil saya karena Allah telah mengetuk kata hati kecil saya.
Banyak hal baru yang saya dapatkan di kelas unggulan, mulai dari kondisi kelas ber AC yang membuat saya nyaman untuk belajar, banyak teman baru yang bawa leptop/netbook yang membuat saya iri kerena saya tidak punya leptop, teman baru yang pintar-pintar dibidangnya masing-masing yang membuat saya bersemangat untuk mengetahui kemampuan saya, dan guru-guru yang lebih kreatif dalam hal mengajar yang membuat saya lebih kreatif lagi dalam belajar. Tetapi keadaan semua itu tidak membuat saya bersuka ria dan malas-malasan, bahkan membuat saya lebih rajin lagi dalam belajar karena saingan di kelas unggulan semakin ketat. Saya berusaha untuk menjadi siswa yang berbeda di kelas unggulan, ketika jam istirahat pertama tiba, teman-teman pergi ke koperasi untuk beli makanan ringan, sedangkan saya hanya bisa menyendiri di kelas dengan banyak membaca buku atau biasanya ke masjid untuk solat duha, begitupun saat istirahat kedua saya lakukan hal yang sama, teman-teman pergi ke koperasi untuk beli makan siang, sedangkan saya hanya bisa menyendiri di kelas dengan banyak membaca buku atau biasanya ke perpustakaan. Sebenarnya saya juga ingin bersama dengan teman-teman bisa makan bersama, tapi yah mau bagaimana lagi, kondisi uang saya yang sangat cukup bahkan bisa dibilang kurang. Itulah keseharian saya di MAN 2, saya hadapi dengan rasa kesabaran selama kurang dari 3 tahun, tetapi saya tetap bersyukur karena saya masih diberikan kesehetan dan prestasi yang cukup.
Dulu, ketika kegiatan SC kimia, bu Ira selaku pembimbing mengundang salah seorang alumni yang namanya tercantum di dalam browsur tadi, yaitu Muksin mahasiswa teknik metalurgi dan material UI. Saya sering memanggilnya kak muksin, beliau menceritakan pengalaman hidup beliau selama di MAN 2 dari suatu ketidakadaan menjadi suatu keadaan, sayangnya beliau tidak menceritakan terlalu banyak, mungkin beliau masih sibuk untuk mengurusi dunia perkuliahannya, tetapi beliau memberi nomor Hp ke anak SC kimia, dari nomor Hp itulah saya berusaha untuk mengenal beliau lebih dekat lagi. Saya masih ingat pertama kali sms beliau, yaitu ”Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Madi, saya dari kelas X1, saya anak SC kimia K”, beliau menjawab “waalaikumsalam, iyah dek salam kenal juga”. Saya tidak pernah sungkan untuk menanyakan pengalaman beliau, baik di MAN 2 maupun di UI. Sejak itulah saya mengetahui arti sebuah perjuangan untuk menuntut ilmu tanpa memandang kaya dan miskin. Beliaulah yang memberitahu saya supaya saya banyak berlatih soal-soal SNMPTN dari tahun ke tahun, beliau juga yang pertama kali memberikan saya soal SNMPTN, dan dari beliaulah saya mengenal bahwa UI adalah kampus perjuangan yaitu kampus yang menganut sistem berkeadilan yang biasa dikenal BOP-B, sistem inilah yang memberantas kemiskinan. Selain itu dari beliaulah saya tahu bahwa UI adalah kampus yang kaya akan beasiswa, salah satu beasiswa yang saya kenal adalah beasiswa seribu anak bangsa.
Beasiswa adalah salah satu alasan saya ingin kuliah di UI, saya tidak akan pernah bisa kuliah tanpa beasiswa karena ortu saya yang sudah angkat tangan atau tidak mampu lagi untuk membiayai saya kuliah. Saat itulah saya mulai berstrategi dan berusaha untuk bisa kuliah di UI, mulai dari banyak latihan soal SNMPTN untuk persiapan jalur tulis, berusaha belajar keras supaya dapat nilai raport yang bagus untuk persiapan jalur undangan, dan berusaha untuk mengenal UI lebih dekat lagi. Semenjak saya duduk di kelas unggulan, saya tinggalkan aktivitas yang tidak penting menurut saya seperti FB, twitter, TV, dan bermain. Keseharian saya disibukan dengan belajar, solat, ngaji, dan puasa sunah. Alhamdulillah Allah membalas semua kerja keras saya, saya mendapatkan juara 2 di kelas unggulan, padahal baru pertama kali masuk di kelas unggulan, tetapi saya sudah bisa mengalahkan teman-teman saya yang terbilang lebih pintar dan lebih cerdas dari saya. Lagi- lagi hanya bisa bersyukur dengan semua pemberian Allah SWT. dari situlah saya menyadari bahwa kecerdasan dan kepintaran bukanlah salah satu syarat untuk meraih keberhasilan, tetapi kerja keraslah yang mampu menjawab semua keberhasilan itu.
Sayangnya, kerja keras saya untuk kuliah di UI tertunda ketika saya duduk di kelas 2, tetapi mimpi saya untuk kuliah di UI tidak bisa terlupakan. Kerja keras saya digantikan untuk membawa nama harum MAN 2 melalui perlombaan sains di bidang kimia. Perlombaan yang pernah saya ikuti adalah PSN KIMIA 11, CFUI 11, OSK KIMIA 12, OSP KIMIA 12, OSM KIMIA 12, LCTK ITB 12, CCUI 12, PSN KIMIA 12, dan CFD UNPAD 13. Alhamdulillah dari perlombaan itu saya mampu membawa nama harum MAN 2 dengan mendapatkan juara 2 OSK KIMIA 12, juara 2 OSM KIMIA 12, semifinalis CCUI 12, dan semifinalis CFD UNPAD 13. Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan adalah saat mengikuti OSK KIMIA 12 karena perjuangan untuk membawa nama harum MAN 2 lebih terasa, dilain sisi OSK adalah suatu lajang perlombaan sains yang paling bergengsi dan diakui kebenaranya. Selain itu dari segi seleksinya paling ketat dan soalnya paling bermutu daripada perlombaan sains lainya. Keseharian saya saat itu adalah fokus untuk belajar kimia, sedangkan pelajaran yang lain untuk sementara waktu saya tinggalkan. Lagi-lagi hambatan itu pasti ada, banyak teman-teman yang mengolok-olok saya, bahwa saya belajarnya kimia aja, bisanya kimia aja, sedangkan pelajaran yang lain biasa-biasa aja. Lagi-lagi saya tidak akan pernah peduli dengan perkataan orang lain, lagipula hanya untuk sementara waktu aja fokus di kimia, itupun tujuannya untuk membawa nama harum MAN 2, saya ingin mempertahankan posisi MAN 2 yang dapat juara 2 OSK KIMIA 11, dan saya tidak ingin membuat prestasi MAN 2 turun. Selain itu soal olimpiade adalah soal yang paling sulit, bayangkan saja anak SMA/MA harus mengerjakan soal anak S1, S2, dan S3. Jadi, mau tidak mau yah harus fokus untuk memperdalami materinya, saya katakan lagi, “hidup itu pilihan, kerja keras itu perjuangan”.
Alhamdulillah Allah membalas semua kerja keras dan kesabaran saya itu, saya mampu membawa nama harum MAN 2 dengan mempertahankan posisi di tahun 2011 yaitu juara 2 OSK KIMIA. Sebelumnya ada isu dari grop FB bahwa MAN 2 ada 3 siswa yang dapat juara 1, yaitu saya (Kimia), Fakhri (Fisika), dan Yusuf (MTK). Isu tersebut membuat saya, Fakhri, dan Yusuf penasaran serta mencari kebenarannya. Sejak pagi hingga sore hari menunggu kabar yang sesungguhnya dari Pak Apep, ternyata kabar itu datang setelah solat asar, kata Pak Apep yang lulus hanya fisika, kebumian, dan ekonomi. Itupun belum tahu siapa aja yang lulus dan peringkatnya pun belum tahu karena Pak Apep juga dapat kabar dari temannya bukan dari DIKNAS. Saat itu saya sedih dan kecewa karena kabar yang tidak jelas, saya khawatir ada suatu kejanggalan dari sistem OSK tahun ini, padahal dari SMA 1 dan SMA 2 sudah pada tahu hasilnya, sedangkan kabar untuk MAN 2 masih belum jelas. Saat itu semangat saya turun, susah makan, susah tidur, dan susah belajar. Saya hanya bisa menangis dalam doa saya untuk MAN 2. Padahal saya yakin banget dapat peringkat 3 besar, saya sudah berusaha keras untuk meraihnya, saya juga berusaha perfec dalam menjawab soal, tapi kenapa anak kimia MAN 2 tidak ada yang lulus, saya malu dengan Pak Apep, orang tua, guru-guru, dan teman-teman. Kekecewaan saya alami selama 1 minggu sebelum hasil yang sebenarnya keluar, saya berusaha untuk tenang walaupun isu dimana-mana datang. Kabar mengagetkan datang dari salah seorang teman saya yang membacakan hasil OSK yang sebenarnya bahwa MAN 2 berhasil memecahkan record juara 1 kebumian diraih oleh Rizki, juara 2 kebumian diraih oleh Mahmud, juara 2 kimia diraih oleh saya “Madi”, juara 2 astronomi diraih oleh Hilmi, juara 5 kimia diraih oleh Athika, dan juara 5 fisika diraih oleh Fakhri. Alhamdulillah, saya langsung sujud syukur di depan teman-teman, saya senang karena MAN 2 mampu memecahkan record tersebut, prestasi MAN 2 tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, dan saya berharap tahun berikutnya pun harus lebih baik dari tahun sekarang. Setelah saya meraih juara 2 OSK KIMIA 12, saya mendapatkan banyak beasiswa prestasi dari MAN 2, selain itu saya dikasih hadiah sebuah leptop dari orang tua saya, lagi-lagi hanya bisa bersyukur dengan semua ini dan berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT.
Saatnya masuk kelas 3, tetapi perjuangan saya untuk membawa nama harum MAN 2 tidaklah berhenti sampai disini, justru saat seperti inilah perjuanganya lebih terasa. Saya bersama teman-teman berjuang membela MAN 2 supaya persentase kelulusan UN, SNMPTN, dan SBMPTN meningkat. Banyak sekali kegiatan di kelas 3, seperti try out, bimbel, tugas sekolah, belajar bersama, dll. Kegiatan itu membuat semua anak kelas 3 mendadak rajin. Sedangkan saya yang biasanya bersahabat dengan buku, jarang melakukan canda dan tawa bersama teman-teman saat kelas 1 dan 2, tetapi di kelas 3 saya lebih banyak canda dan tawa bersama teman-teman di sekolah dan saya berusaha untuk mempunyai jiwa sosial. Hal itu saya lakukan karena sosialisasi itu penting setelah keluar dari MAN 2 dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Saatnya perjuangan bersama UN, SNMPTN, dan SBMPTN. Semester 1 di kelas 3 atau semester 5 adalah tolak ukur persentase kenaikan nilai untuk UN dan SNMPTN. Sehingga di semester ini semuanya berlomba-lomba dalam hal kebaikan untuk mendapatkan nilai yang bagus dan dengan cara yang bagus pula. Awal masuk kelas 3, semuanya pada mengukir PTN dan fakultas yang diharapkan untuk masa depan yang lebih baik.
Saatnya semester 2, masa-masa kegalauan anak kelas 3 terlihatlah semuanya di semester ini, mulai dari kebingungan memilih PTN dan fakultas, semuanya pada melakukan dengan cara masing-masing, ada yang konsultasi ke guru, ada yang konsultasi ke BK, bahkan ada yang konsultasi ke alumni serta browsing di internet. Bagi saya itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak kelas 3, tetapi saya tidak sepusing mereka untuk memilih PTN dan fakultas untuk SNMPTN karena saya udah mempersiapkan pilihan saya semenjak saya kelas 1. Dari awal sampai akhir saya selalu milih teknik metalurgi dan material UI dipilihan pertama, sebenarnya yang saya harapkan adalah Teknik dan UI. Saya memilih teknik karena zaman sekarang sudah modern, semuanya butuh teknologi, sehingga tenaga teknologi sangatlah dibutuhkan di zaman sekarang, selain itu saya ingin indonesia bisa lebih maju lagi dengan teknologi. Saya memilih UI karena UI satu-satunya PTN yang menganut sistem BOP-B yaitu sistem berkeadilan yang mampu memberantas kemiskinan di negeri ini, selain itu di UI kaya akan beasiswa, dan saya juga banyak mengenal senior UI sehingga saya bisa menjalani aktivitas kuliah dengan baik berdasarkan pengalaman senior. Sedangkan saya memilih teknik metalurgi dan material karena mindset saya adalah pertambangan, selain itu saya mempunyai kemampuan dasar-dasar materi teknik metalurgi dan material yaitu kimia.
Saatnya pengumuman UN dan SNMPTN. Sebenarnya dari awal saya sudah yakin pasti MAN 2 lulus UN 100% dengan cara yang baik, dilain sisi saya takut karena sistem UN tahun ini sangat buruk, mulai dari soal 20 paket,  ljk yang cepat rusak, keterlambatan soal, rekaman listening yang tidak jelas, dll. Tapi alhamdulillah MAN 2 lulus UN 100%. Tidak lama setelah pengumuman UN, saatnya pengumuman SNMPTN, awalnya saya sangat yakin diterima karena saya sudah melampirkan 3 sertifikat terbaik saya, salah satunya juara 2 OSK KIMIA yang sudah ada ikatan DIKNAS, selain itu nilai saya yang cukup baik, prestasi alumni di UI juga cukup baik, dan prestasi MAN 2 juga sangat baik dengan akreditasi A. Sayangnya saya tidak diterima, saat itu perasaan saya sedih dan lebih sedih saat mendengar kabar bahwa MAN 2 yang diterima hanya 11 siswa, bisa dibilang aneh, padahal tahun kemarin hampir semuanya diterima. Tapi biarkanlah, ini bukanlah akhir dari segala-galanya, masih banyak kesempatan dijalur lainya. Saat itulah saya bersama teman-teman banting tulang untuk bisa memperebutkan kursi di PTN favorit. Saat itu juga saya menjadi mentor teman-teman bimbel untuk mengadakan try out bersama, belajar bersama mengerjakan soal-soal SBMPTN, dan memberi materi kimia untuk teman-teman yang membutuhkanya serta saling tanya jawab soal SBMPTN.
Saatnya pengumuman SBMPTN dan SIMAK UI. Awalnya saya tidak yakin diterima melalui jalur SBMPTN karena soal yang saya kerjakan jauh dari target, saya mengerjakan soal sangat sedikit dari soal-soal try out yang saya ikuti, apalagi pilihan saya yang terlalu tinggi yaitu FTMM UI, SITH-R ITB, dan TEKLA ITS. Pada akhirnya saya dinyatakan lulus dipilihan 3 yaitu TEKNIK KELAUTAN ITS. Perasaan saya biasa aja, saya tidak senang dan tidak sedih karena saya masih berharap diterima di UI jalur SIMAK UI. Tapi saya bersyukur sudah mempunyai cadangan PTN favorit. Seminggu setelah pengumuman SBMPTN, saatnya pengumuman SIMAK UI, perasaan saya campur aduk tidak seperti biasanya saat melihat pengumuman UN, SNMPTN, dan SBMPTN. Saya sangat yakin pasti saya diterima melalui jalur SIMAK UI karena saya merasa mudah mengerjakan soal SIMAK UI bahkan lebih mudah dari soal SBMPTN, selain itu saya yang sudah berjuang sejak kelas 1, dilain sisi saya ditolak 2 kali oleh UI. Jadi untuk ketiga kalinnya saya tidak boleh gagal lagi, tapi nyatanya saya ditolak lagi. Saat itu saya merasakan kecewa berat, seharian susah tidur, susah makan, hanya bisa menyendiri di kamar. Saya kecewa berat karena saya merasa apa yang saya inginkan tidak saya dapatkan, saya merasa perjuangan selama ini sia-sia, selain itu saya tidak mengetahui tentang TEKLA ITS, itu hanyalah pilihan cadangan saya.
Keesokan harinya, saya search di google tentang TEKLA ITS, ternyata info yang saya dapatkan sangat menyenangkan hati, saat itu saya mengatakan bahwa perjuangan saya tidak sia-sia, ini adalah dunia yang saya butuhkan walaupun bukan yang saya ingingkan, tetapi sesuai dengan mindset yang saya butuhkan. Setelah itu dengan semangat saya kumpulkan berkas-berkas untuk proses daftar ulang, tapi saya bingung untuk berangkat ke ITS karena saya tidak ada uang transportasi, butuh uang yang banyak untuk sampai ke ITS. Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan dari dana abadi MAN 2 serang dan dana UPZ untuk uang transportasi ke ITS.
Keberangkatan saya ke ITS untuk daftar ulang sangatlah berat karena saya harus meninggalkan keluarga dari serang ke surabaya hanya seorang diri. Saat berada di perjalanan selama satu hari, saya di sms oleh ETOSER ITS bahwa saya direkomendasikan untuk mendapatkan beasiswa ETOS dan sesampainya di surabaya saya dibantu oleh keluarga kak nikmat mahasiswa teknik fisika ITS alumni MAN 2 serang untuk proses daftar ulang. setelah daftar ulang berhasil, saya juga berhasil lulus verivikasi BIDIKMISI. Alhamdulillah saya sudah sah menjadi bagian dari mahasiswa TEKNIK KELAUTAN ITS disertai BIDIKMISI.
Sepulangnya dari surabaya, saya kabarkan semua itu ke keluarga besar saya bahwa saya kuliahnya dengan biaya Rp 0 dan tiap bulanya dikasih uang sebesar Rp 600.000. semua keluarga besar saya bangga dengan kabar tersebut. Tapi saya bingung masalah tempat tinggalnya nanti di surabaya, soalnya tidak ada uang untuk bayar kos dan akomodasi di surabaya. Seminggu setelahnya, saya ditelepon oleh ETOSER ITS bahwa saya berhak untuk mendapatkan beasiswa ETOS, alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan semua ini, Allah mengabulkan apa yang saya butuhkan, saya diterima di FT PTN favorit dan beasiswa.sekarang saya hanya tinggal belajar aja yang benar, masalah akomodasi dan biaya hidup selama kuliah semuanya ditanggung oleh BIDIKMISI dan ETOS. Dari situlah saya menyadari bahwa Allah pasti mengabulkan apa yang kita butuhkan selama kita berjuang dan berdoa untuk mendapatkannya. Terima kasih ya Allah.


0 komentar:

Post a Comment

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter